Sejarah Turunnya Al-Qur'an
Sejarah Turunnya Al-qur’an pada Bulan Ramadhan dimalam Lailatul Qadar
Al Quran diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW melalui
perantara malaikat Jibril. Al Quran terdiri dari 30 Juz, 6666 ayat, 114
surah dan diturunkan setahap demi setahap selama kurang lebih dua puluh
tiga tahun.
Al-qur’an mulai diturunkan kepada nabi ketika nabi sedang di gua hira
pada malam senin, bertepatan pada tanggal 17 ramadhan, tahun 41 dari
kelahiran Nabi Muhammad SAW (6 agustus 610 M).
Sesungguhnya aku telah menurunkan al-qur'an pada malam lailatul qadar,
tahukah kamu "apa itu lailatul qadar?", lailatul qadar adalah malam yang
lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turun para malaikat dan
ruh qudus (malaikat jibril) dengan idzin Tuhannya untuk mengatur segala
urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar'. (QS.
Al-Baqarah,97: 1-5).
Dari ayat tersebut, maka jelaslah lailatul qadar adalah malam yang
memiliki keistimewaannya sediri disbanding dengan malam-malam yang
selainnya. Dan apabila malam itu digunakan untuk ibadah kepada Allah
SWT, maka ia akan mendapatkan pahala berlibat ganda satu berbanding
seribu amal kebajikan (ibadah) yang dilakukan di selain malam lailatul
qadar.
Al Quran yang telah diturunkan ini kemudian diajarkan kepada keluarga
dan sahabat-sahabat nabi terlebih dahulu sebelum akhirnya disyiarkan
secara terang-terangan kepada masyarakat luas. Pada awalnya Al Quran ini
hanya dituliskan pada media seadanya saja seperti kulit unta, tulang
binatang dan lain-lain, mengingat pada zaman itu belum ditemukan manfaat
kertas sebagai media untuk menuliskan Al Quran.
Allah menurunkan al-qur’an kepada rasul kita untuk memberi petunjuk
kepada manusia. Turunnya qur’an merupakan peristiwa besar yang sekaligus
menyatakan kedudukannya bagi penghuni langit dan penghuni bumi.
Turunnya al-qur’an yang pertama kali pada malam lailatul qadar merupakan
pemberitahuan kepada alam tingkat tinggi yang terdiri dari
malaikat-malaikat akan kemuliaan umat Nabi Muhammad SAW.
Turunnya al-qur’an yang kedua kali secara bertahap, berbeda dengan
kitab-kitab yang turun sebelumnya, sangat mengagetkan orang dan
menimbulkan keraguan terhadapnya sebelum jelas bagi mereka rahasia
hikmah ilahi yang ada dibalik itu. Oleh karena itu wahyu pun turun
berangsur-angsur untuk menguatkan hati rasulullah dan menghiburnya serta
mengikuti peristiwa dan kejadian-kejadian sampai allah menyempurnakan
agama ini dan mencukupkan nikmat nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar