Minggu, 10 Agustus 2014

MIGAS ACEH - HABA MEULIGOU

Aceh - China Jajaki Investasi Rp. 400 Trilyun di Sektor Migas

AcehXPress.com - Pekan ini otoritas pemerintah Aceh mengatakan, beberapa kemitraan investasi sektor pertambangan, minyak dan gas (migas) kembali dibahas bersama, terutama dengan sejumlah perwakilan bisnis yang berasal dari China.
Kalangan pebisnis jaringan global yang berbasis di China berkomitmen menanamkan investasinya senilai Rp 400 Triliun di bidang migas di Aceh.
Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Hukum dan Kerjasama Internasional Dr Adli Abdullah mengatakan Senin (4/8), konsep kemitraan tahap awal yang digagas dan diluncurkan salah satunya pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan alih teknologi antara pelaku usaha lokal di Aceh dengan pihak China .
Dari kerjasama tahap awal diharapkan berlanjut kepada mengembangkan  proyek-proyek infrastruktur secara simultan, tambah Adli, termasuk tahap penyediaan lahan, eksplorasi, dan ketersediaan tenaga kerja.
Sekitar 60 orang usahawan China baru-baru ini bertemu Gubenur Dr Zaini Abdullah dan jajaran pejabat kunci di pemda Aceh, pertemuan membahas tiga bidang strategis terkait investasi sektor minyak dan gas (migas), dengan nilai investasi mencapai Rp 400 Triliun.
Delegasi China dijadwalkan segera membangun Kawasan industri modern terpadu setelah pemerintah menyediakan lahan seluas 500 hektar.
Para usahawan China tersebut tergabung dalam sebuah grup bisnis berjaringan global Apex Development (S) PTE LTD.
Beberapa warga Aceh berharap masuknya investasi asing akan membuka lebih banyak peluang kerja baru di Aceh.
Alumni perguruan tinggi lokal Sari Keumala (27) mengatakan, tenaga kerja lokal perlu diprioritaskan dalam berbagai bidang investasi yang akan dikembangkan di Aceh
Sementara itu pengamat sosial Anshari Hasjim mengatakan, kerjsama investasi harus lebih bermanfaat dan adil, sehingga berdampak langsung untuk meningkatkan kesejahteraan warga Aceh.
Salah seorang Koordinator Pemuda Peduli Investasi Hijau (PPIH) Aceh  Maimun Saleh mengatakan, investasi yang bersifat eksploitatif dan tidak mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan ekosistem yang ada, dapat berakibat kepada bencana yang merugikan Aceh.
Selain China, investasi asing di Aceh terbesar saat ini di bidang minyak dan gas (migas) masih didominasi perusahaan-perusahaan jaringan global yang berkantor pusat di Amerika Serikat dan Kanada.
Sementara investasi sektor energi bersih di Aceh, terutama geothermal, pembangkit energi tenaga uap (PLTU), pembangkit energi tenaga air (PLTA) dan pembangkit tenaga bayu, yang tengah dirintis pembangunannya oleh sejumlah perusahaan multinasional yang berbasis di Jerman, Korea dan Jepang.
Analis mengatakan, tenaga trampil sektor industri migas dan infrastruktur di Aceh masih didatangkan dari luar Aceh. Sementara tenaga lokal (Aceh) hanya mengisi level staf biasa, staf teknik rendahan dan karyawan kontrak.
Menurut analis , Perusahaan-perusahan asing dan mitra untuk proyek gasifikasi di bekas intalasi migas terkemuka di bekas ladang gas Arun kabupaten Aceh Utara diduga hanya merekrut tenaga lokal untuk karyawan rendahan dan buruh kontrakan.
Berdasar dokumen pemerintah Aceh tahun 2012 investasi pihak swasta asing dan nasional di Aceh terus meningkat, terutama disebabkan situasi keamanan yang makin membaik, total swasta asing tertinggi yang terealisasi sampai saat ini masih berkisar Rp 5 hingga Rp 7 triliun. [VOA]

KESEHATAN

Manfaat Sehat Bawang Merah: Cegah Gigi Busuk Sampai Ringankan Asma

AcehXPress.coJakarta - Bawang merah biasanya jarang dikonsumsi mentah-mentah karena dipercaya dapat menyebabkan bau mulut dan bau badan. Tapi, tahukah Anda manfaat lain dari bawang merah selain memberikan aroma dan rasa sedap dalam masakan?

Bawang merah ternyata dapat menjadi antibakterial dan detoks bagi tubuh kita. Hal ini diungkapkan oleh dr. Jonathan Stegall, seorang ahli obat-obatan dari Johns Creek GA, Amerika.

"Bawang merah mengandung senyawa sulfur yang baik, itulah mengapa selain dapat mengeluarkan bau, bawang merah juga dapat dijadikan sebagai alat detoks yang bagus," ujarnya. [detik]

Haba Urou Nyoe - CekNu Copy Paste by www.acehxpress.com

Sembilan Tahun MoU Helsinki, KNPI Ingatkan Pekerjaan Rumah Pemerintah Aceh

Ketua KNPI Aceh, Jamaluddin ST
AcehXPress.coBanda Aceh - Butir-butir Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki dan turunan Undang Undang Pemerintah Aceh (UUPA) belum semuanya tereliasisasi meski sudah memasuki sembilan tahun perdamaian. Hal ini sangat berdampak pada pengembangan pembangunan di sektor ekonomi Aceh. 

"Pemberdayaan ekonomi yang konferhensif dan tepat sasaran seperti memajukan usaha mikro dan makro di Aceh," ujar Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Jamaluddin ST kepada ATJEHPOSTcom, Kamis 7 Agustus 2014. 

Pemerintah Aceh, kata dia, harus memberikan pelayanan terhadap kebutuhan publik yang maksimal serta membuka lapangan untuk penyerapan tenaga kerja di Aceh. 

"Seperti perusahaan-perusahaan yang ada di Aceh membuka kantor perwakilannya di Aceh, sehingga mampu menyerap tenaga kerja," katanya. 

Selain itu, kata Jamal, sejumlah Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dan Peraturan Presiden (Perpes) tentang kekhususan Aceh seperti bendera dan lambang Aceh, PP Migas dan lainnya belum direalisasikan pemerintah Pusat. 

"KNPI berharap Pemerintah Pusat berkomitmen serius memastikan semua isi MoU dan turunan UU Pemerintah Aceh agar dapat diwujudkan," katanya. 

Selain itu Jamal meminta peran Pemerintah Aceh agar lebih intensif berkomunikasi dengan Pusat serta melakukan upaya pendekatan langsung ke pengambil kebijakannya. 

"Bukan bertemu dengan pihak kedua atau ketiga di institusi yang menyelesaikan urusan RPP dan Perpes." 

Di sisi lain, kata dia, bentuk kebijakan ketidakadilan yang berpotensi memicu konflik harus dihilangkan. Termasuk salah satunya pendistribusian pembangunan di seluruh kabupaten dan kota yang ada di Aceh.

"Tentunya keadilan harus disesuaikan berdasarkan kebutuhan prioritas masyarakat di 23 kabupaten kota tersebut," katanya. [atjehpost]

Sabtu, 09 Agustus 2014

The Aceh War 1873-1914

Atjeh Serambi Mekah

ISLAM NUSANTARA - MENELUSURI ISLAM DI SERAMBI MEKAH

SELAMAT PENGANTIN BARU - ANITA SARAWAK

Nasidaria Pengantin baru

JILBAB PUTIH NIDA RIA

qasidah nasidaria tantangan hidup

INFO HARI INI

SBY Harus Minta Maaf kepada Rakyat Aceh

SBY di PKA-6. Foto Antara
Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta segera menuntaskan persoalan Provinsi Aceh yang masih menjadi kewenangan pemerintah pusat, sebelum masa jabatannya berakhir. Jika tak selesai maka SBY harus minta maaf ke publik.
Sosiolog dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Saifuddin Bantasyam, mengatakan, SBY yang hampir 10 tahun berkuasa masih memiliki tanggung jawab secara politik dan moral terhadap pelimpahan wewenang pemerintah pusat sesuai amanah Undang-Undang Pemerintahan Aceh dan implementasi butir-butir MoU Helsinki yang belum terealisasi.
“Kalau dalam dua atau tiga bulan ke depan tidak ada progres apa pun tentang Aceh, SBY harus meminta maaf kepada publik,” katanya dalam diskusi publik ‘Menakar Peluang Aceh usai Pilpres’ di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, Sabtu (9/8/2014).
SBY seharusnya wajib menyelesaikan semua persoalan politik terkait Aceh dua atau tiga tahun setelah UU Pemerintahan Aceh disahkan pada 2006. Seperti, pengesahan rancangan peraturan pemerintah serta rancangan peraturan presiden terkait pelimpahan wewenang serta bendera, lambang, pembentukan pengadilan hak asasi manusia (HAM) dan Komisi Kebenaran Rekonsiliasi (KKR).
Menurutnya, persoalan itu sebenarnya mudah saja diselesaikan, tapi selama ini terkesan sulit karena dipolitisasi dan disalahtafsirkan oleh pihak tertentu di Jakarta.
Saifuddin mencontohkan pembentukan pengadilan HAM, cukup dengan mengeluarkan perpres penambahan jumlah pengadilan HAM dari yang sudah ada, sementara peraturan terkait penegakan HAM sudah ada. “Tidak perlu gedung baru, hanya butuh beberapa hakim saja,” ujarnya.
Sementara itu, Saifuddin juga pesimistis segala permasalahan politik yang menjadi kewenangan pemerintah pusat terhadap Aceh akan selesai di bawah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hal itu mengingat PDI Perjuangan sebagai partai pengusung Jokowi tak memiliki hubungan baik dengan Aceh.
Menurutnya, Megawati dan politisi PDIP sejak dulu menentang perundingan GAM dan Pemerintah Indonesia serta pemberian otonomi daerah kepada Aceh. Mereka juga kerap melontarkan kritik terhadap pemberian kewenangan berlebihan kepada Aceh.
Sementara Jusuf Kalla yang jadi wakil Jokowi, kata Saifuddin, juga tak bisa diharap banyak. Sebab, selama menjadi wakil dari Presiden SBY, banyak tanggung jawabnya terhadap Aceh yang tak dituntaskannya. “Padahal, JK punya lima tahun masa jabatannya saat itu,” ujarnya.
Oleh karena itu, Saifuddin menyarankan kepada Pemprov Aceh agar terus mendesak SBY menuntaskan persoalan pelimpahan kewenangan Aceh dan menjalin hubungan dengan tim pemerintahan yang baru lewat komunikasi politik yang baik, melibatkan banyak pihak.[okezone.com]

TARI SAMAN TARI ACEH INDONESIA di AMERIKA, TRADITIONAL INDONESIAN SAMAN ...

Ngak Bit Beusaheh

Imum Jon - Gaseh Sayang Prang

aceh-hikayat prang sabi by nyawoeng

saleum song aceh

Bismillah, Lagu Aceh / Qasidah Aceh, Album Syiar dan Syair

Pedidikan Sejarah

Sejarah Turunnya Al-Qur'an

Sejarah Turunnya Al-qur’an pada Bulan Ramadhan dimalam Lailatul Qadar Al Quran diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Al Quran terdiri dari 30 Juz, 6666 ayat, 114 surah dan diturunkan setahap demi setahap selama kurang lebih dua puluh tiga tahun. Al-qur’an mulai diturunkan kepada nabi ketika nabi sedang di gua hira pada malam senin, bertepatan pada tanggal 17 ramadhan, tahun 41 dari kelahiran Nabi Muhammad SAW (6 agustus 610 M). Sesungguhnya aku telah menurunkan al-qur'an pada malam lailatul qadar, tahukah kamu "apa itu lailatul qadar?", lailatul qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turun para malaikat dan ruh qudus (malaikat jibril) dengan idzin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar'. (QS. Al-Baqarah,97: 1-5). Dari ayat tersebut, maka jelaslah lailatul qadar adalah malam yang memiliki keistimewaannya sediri disbanding dengan malam-malam yang selainnya. Dan apabila malam itu digunakan untuk ibadah kepada Allah SWT, maka ia akan mendapatkan pahala berlibat ganda satu berbanding seribu amal kebajikan (ibadah) yang dilakukan di selain malam lailatul qadar. Al Quran yang telah diturunkan ini kemudian diajarkan kepada keluarga dan sahabat-sahabat nabi terlebih dahulu sebelum akhirnya disyiarkan secara terang-terangan kepada masyarakat luas. Pada awalnya Al Quran ini hanya dituliskan pada media seadanya saja seperti kulit unta, tulang binatang dan lain-lain, mengingat pada zaman itu belum ditemukan manfaat kertas sebagai media untuk menuliskan Al Quran. Allah menurunkan al-qur’an kepada rasul kita untuk memberi petunjuk kepada manusia. Turunnya qur’an merupakan peristiwa besar yang sekaligus menyatakan kedudukannya bagi penghuni langit dan penghuni bumi. Turunnya al-qur’an yang pertama kali pada malam lailatul qadar merupakan pemberitahuan kepada alam tingkat tinggi yang terdiri dari malaikat-malaikat akan kemuliaan umat Nabi Muhammad SAW. Turunnya al-qur’an yang kedua kali secara bertahap, berbeda dengan kitab-kitab yang turun sebelumnya, sangat mengagetkan orang dan menimbulkan keraguan terhadapnya sebelum jelas bagi mereka rahasia hikmah ilahi yang ada dibalik itu. Oleh karena itu wahyu pun turun berangsur-angsur untuk menguatkan hati rasulullah dan menghiburnya serta mengikuti peristiwa dan kejadian-kejadian sampai allah menyempurnakan agama ini dan mencukupkan nikmat nya.

Pendidikan Hukum

Hukum Kikir Gigi Menurut Agama Islam.

Hukum mengkikir gigi, menyambung rambut dan menipis alis Bagi wanita, mempercantik diri adalah hal yang biasa bahkan menjadi kebutuhannya. Islam memandang jika tujuannya untuk menyenangkan hati suami maka itu akan dinilai sebagai ibadah. Mempercantik diri, selama dengan cara yang wajar dan tanpa merubah ciptaan Allah Ta’ala dalam diri kita, tidaklah mengapa. Namun, ketika sudah ada yang ditambah-tambahkan atau dikurang-kurangkan maka itu terlarang, sebab seakan dia tidak mensyukuri nikmat yang ada pada dirinya. Berikut pendapat ulama mengenai hukum memotong gigi, meyambung rambut dan menipis alis, antara lain : 1.Berkata al-Bakri ad-Damyathi : “Haram memperhalus dan menjarangkan gigi dengan alat kikir dan seumpamanya supaya nampak cantik ” 1 2.Berkata Zainuddin al-Malibary : “Haram memperhalus gigi dan meyambung rambut dengan rambut lain yang bernajis atau rambut manusia dan mengikat dengannya,tidak haram mengikat dengan sutera atau wol”.2 3.Salah seorang ulama Aceh terkenal, Syekh Muda Wali al-Khalidy berkata : “Haram memotong gigi kalau untuk hendak bagus, tetapi kalau karena ada hajad seperti untuk obat, boleh”. 3 Dalilnya adalah sebagai berikut : 1.Allah berfirman mengkisahkan tentang ucapan Iblis: وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآَمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آَذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآَمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا Artinya : Dan Aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan Aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya. barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. (QS. An-Nisaa’: 119). 2.Hadits Nabi SAW : أن جارية من الأنصار تزوجت، وأنها مرضت فتمعط شعرها، فأرادوا أن يصلوها، فسألوا النبي صلى الله عليه وسلم فقال: لعن الله الواصلة والمستوصلة Artinya : Seorang wanita Anshar hendak menikah, dia dalam keadaan sakit dan rambutnya rontok, mereka hendak menyambungkan rambutnya, lalu mereka bertanya kepada Rasulullah SAW, Beliau menjawab: “Allah melaknat wanita penyambung rambut dan yang disambung rambutnya.” (HR. Bukhari 4 dan Muslim 5 ) Berkata Qadhi ‘Iyadh : “Dipahami dari hadits tersebut bahwa meyambung rambut termasuk dosa besar yang laknat pelakunya dan yang membantu yang haram berserikat dalam dosa dengan pelakunya sebagaimana orang membantu perbuatan ta’at berserikat pada pahalanya”. 6 3.hadits Nabi SAW : سألت امرأة النبي صلى الله عليه وسلم فقالت: يا رسول الله، إن ابنتي أصابتها الحصبة، فامرق شعرها، وإني زوجتها، أفأصل فيه؟ فقال: لعن الله الواصلة والمستوصلة .Artinya : Ada seorang wanita bertanya kepada Rasulullah SAW : “Wahai Rasulullah, anak gadis saya terkena penyakit yang membuat rontok rambutnya dan saya hendak menikahkannya, apakah boleh saya sambung rambutnya?” Beliau bersabda: “Allah melaknat wanita penyambung rambut dan yang disambung rambutnya.” (HR. Bukhari )7 4.Hadits Nabi SAW : لعن الله الواصلة والمستوصلة والواشمة والمستوشمة Artinya : Allah melaknat wanita penyambung rambut dan yang disambung rambutnya, dan wanita pembuat tato dan yang bertato. (HR. Bukhari)8 5. Hadits dari Abdullah bin Mas’ud r.a., beliau berkata: لعن الله الواشمات والمستوشمات والمتنمصات والمتفلجات للحسن المغيرات خلق الله Artinya : Allah melaknat wanita pembuat tato dan yang bertato, wanita yang dicukur alis, dan dikikir giginya, dengan tujuan mempercantik diri mereka merubah ciptaan Allah Ta’ala.” (HR. Bukhari)9 6. Hadits Nabi SAW : لعن الله الواشمات والمستوشمات والنامصات والمتنمصات والمتفلجات للحسن المغيرات خلق الله Artinya : Allah melaknat wanita pembuat tato dan yang bertato, wanita yang mencukur alis dan yang dicukur alisnya, dan dikikir giginya, dengan tujuan mempercantik diri, mereka merubah ciptaan Allah Ta’ala.(H.R. Muslim)10 Berkata Ibnu Hajar al-Asqalany : “Almutafalijat adalah jamak dari mutafalijah artinya membuat atau menciptakan belahan (pembagian). Alfalj dengan fa, lam, dan jim adalah membuat jarak antara dua hal, Altafalluj adalah membagi antara dua hal yang berdempetan dengan menggunakan alat kikir dan semisalnya, secara khusus biasanya pada gigi yang double dan bagian depan di antara taring”.11 Jadi, al-Mutafalijat adalah upaya merenggangkan gigi yang tadinya berdempetan, agar kelihatan lebih bagus. Berkata Imam Nawawi dalam Syarah Muslim : “Adapun namishah dengan shad muhmalah adalah perempuan yang menghilangkan bulu pada wajahnya dan muntamishah adalah yang meminta dilakukan menghilangkannya. Perbuatan ini adalah haram kecuali apabila tumbuh jenggot dan kumis pada perempuan, maka tidak haram menghilangkannya bahkan disunnatkan menurut mazhab kita. Ibnu Jarir mengatakan : “Tidak boleh mencukur jenggot, kumis dan rambut di bawah bibirnya, dan tidak boleh pula merubah bentuknya, baik dengan penambahan atau pengurangan.” Madzhab kita, sebagaimana yang telah kami kemukakan, menganjurkan menghilangkan jenggot, kumis, dan rambut di bawah bibir . Sesungguhnya larangan hanya berlaku untuk alis dan bagian tepi dari wajah.” Seterusnya Imam Nawawi menjelaskan : “Adapun sabda Nabi SAW muflijaat lil husn, maknanya adalah dilakukan itu untuk kelihatan cantik. Ini mengisyaratkan yang diharamkan adalah yang dilakukan untuk kelihatan cantik. Adapun kalau karena ada hajad seperti karena obat atau aib pada gigi dan seumpamanya, maka tidak mengapa”. 12 Ibnu Hajar al-Asqalany dalam Fathul Bary mengutip perkataan Imam Ath Thabari yaitu : “Dikecualikan dari hal itu, yakni apa-apa yang bisa mendatangkan bahaya dan gangguan seperti wanita yang memiliki gigi yang lebih atau kepanjangan (tonggos) yang dapat menghalanginya ketika makan.”13 7. Dari Ibnu Abbas r.a, beliau berkata : لعنت الواصلة والمستوصلة، والنامصة والمتنمصة، والواشمة والمستوشمة من غير داء. Artinya : Dilaknat wanita yang menyambung rambut dan yang disambung rambutnya, wanita yang menipiskan alis dan yang ditipiskan alisnya serta wanita pembuat tato dan yang bertato, kecuali karena berobat.”(HR. Abu Daud) 14 Kesimpulan 1.Memperhalus atau merenggang gigi yang doeble agar kelihatan bagus, meyambung rambut dan menipis alis, hukumnya adalah haram. 2.menyambung rambut, hukumnya haram apabila disambung dengan rambut yang najis atau dengan rambut manusia. 3.bagi perempuan yang tumbuh kumis, jenggot dan bulu di bawah bibir, boleh mencukurkannya, bahkan hukumnya sunnat 4.memiliki gigi yang lebih atau panjang yang dapat menghalangi makan ataupun menjadi suatu aib, boleh dipotong.

Sejarah Abu Woyla

Abu Ibrahim Woyla adalah seorang ulama sufi. Ulama ini dalam masyarakat Aceh lebih dikenal dengan Abu Ibrahim Keramat. Belum pernah terjadi dalam sejarah di Woyla (Aceh Barat) bila seseorang meninggal ribuan orang datang melayat (takziah) kecuali pada waktu wafatnya Abu Ibrahim Woyla. Selama hampir 30 hari meninggalnya Abu Ibrahim Woyla masyarakat Aceh berduyun-duyun datang melayat ke kampung Pasi Aceh, Kecamatan Woyla Induk, Aceh Barat sebagai tempat peristirahatan terakhir Abu Ibrahim Woyla. Selama 30 hari itu ribuan orang setiap hari tak kunjung henti datang menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Abu Ibrahim Woyla, sehingga pihak keluarga menyediakan 400 kotak air aqua gelas dan tiga ekor lembu setiap hari dari sumbangan mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf untuk menjamu tamu yang datang silih berganti ke tempat wafatnya Abu Ibrahim Woyla. Begitulah pengaruh ke-ulama-an Abu Ibrahim Woyla dalam pandangan masyarakat Aceh, terutama di wilayah Aceh Barat dan Aceh Selatan.

Abu Ibrahim Woyla yang bernama lengkap Teungku (Ustadz/Kiyai) Ibrahim bin Teungku Sulaiman bin Teungku Husen dilahirkan di kampung Pasi Aceh, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat pada tahun 1919 M. Menurut riwayat, pendidikan formal Abu Ibrahim Woyla hanya sempat menamatkan Sekolah Rakyat (SR), selebihnya menempuh pendidikan Dayah (Pesantren Salafi/
Tradisional) selama hampir 25 tahun. sehingga dalam sejarah masa hidupnya Abu Ibrahim Woyla pernah belajar 12 tahun pada Syeikh Mahmud seorang ulama asal Lhok Nga Aceh Besar yang kemudian mendirikan Dayah Bustanul Huda di Blang Pidie Aceh Barat. Di antara murid Syeikh Mahmud ini selain Abu Ibrahim Woyla juga Syeikh Muda Waly Al-Khalidy yang kemudian sebagai seorang ulama tareqat naqsyabandiyah tersohor di Aceh.

Menurut keterangan, Syeikh Muda Waly hanya sempat belajar pada Syeikh Mahmud sekitar 4 tahun, kemudian pindah ke Aceh Besar dan belajar pada Abu Haji Hasan Krueng Kale selama 2 tahun. setelah itu Syeikh Muda Waly pindah ke Padang dan belajar pada Syeikh Jamil Jaho Padang Panjang. Dua tahun di Padang Syeikh Muda Waly melanjutkan pendidikan ke Mekkah atas kiriman Syeikh Jamil Jaho, setelah 2 tahun di Mekkah kemudian Syeikh Muda Waly kembali ke Blang Pidie dan melanjutkan mendirikan Pesantren Tradisional di Labuhan Haji Aceh Selatan. Saat itulah Abu Ibrahim Woyla sudah mengetahui bahwa Syeikh Muda Waly telah kembali dari Mekkah dan mendirikan Pesantren, maka Abu Ibrahim Woyla kembali belajar pada Syeikh Muda Waly untuk memperdalam ilmu tareqat naqsyabandiyah. Namun sebelum itu Abu Ibrahim Woyla pernah belajar pada Abu Calang (Syeikh Muhammad Arsyad) dan Teungku Bilyatin (Suak) bersama rekan seangkatannya yaitu (alm) Abu Adnan Bakongan.

Setelah lebih kurang 2 tahun memperdalam ilmu tareqat pada Syeikh Muda Waly, Abu Ibrahim Woyla kembali ke kampung halamannya, tapi tak lama setelah itu Abu Ibrahim Woyla mulai mengembara yang dimana keluarga sendiri tidak mengetahui kemana Abu Ibrahim Woyla pergi mengembara. Menurut riwayat dari Teungku Nasruddin (menantu Abu Ibrahim Woyla) semasa hidupnya Abu Ibrahim Woyla pernah menghilang dari keluarga selama tiga kali, Pertama, Abu Ibrahim Woyla menghilangkan diri selama 2 bulan,Kedua, Abu Ibrahim Woyla menghilang selama 2 tahun dan Ketiga, Abu Ibrahim Woyla menghilangkan diri selama 4 tahun yang tidak diketahui kemana perginya.

Dalam kali terakhir inilah Abu Ibrahim Woyla kembali pada keluarganya di Pasi Aceh, pihak keluarga tidak habis pikir pada perubahan yang terjadi pada Abu Ibrahim Woyla. Rambut dan jenggotnya sudah demikian panjang tak ter-urus, pakaiannya sudah compang camping dan kukunya panjang seadanya. mungkin bisa kita bayangkan seseorang yang menghilang selama 4 tahun dan tak sempat untuk mengurus dirinya. Begitulah kondisi Abu Ibrahim Woyla ketika kembali ke tengah keluarganya setelah 4 tahun menghilang, maka wajar bila secara duniawiyah dalam kondisi seperti itu sebagian masyarakat Woyla menganggap Abu Ibrahim Woyla sudah tidak waras lagi.

Abu Ibrahim Woyla oleh banyak orang dikenal sebagai ulama agar pendiam dan ini sudah menjadi bawaannya sewaktu kecil hingga masa tua. Beliau hanya berkomunikasi bila ada hal yang perlu untuk disampaikan sehingga banyak orang yang tidak berani bertanya terhadap hal-hal yang terkesan aneh bila dikerjakan Abu Ibrahim Woyla. Sikap Abu Ibrahim Woyla seperti itu sangat dirasakan oleh keluarganya, namun karena mereka sudah tau sifat dan pembawaannya demikian, keluarga hanya bisa pasrah terhadap pilihan jalan hidup yang ditempuh Abu Ibrahim Woyla yang terkadang sikap dan tindakannya tidak masuk akal. Tapi begitulah orang mengenal sosok Abu Ibrahim Woyla.

Abu Ibrahim Woyla memiliki dua orang isteri, isteri pertama bernama Rukiah, dari hasil pernikahan ini Abu Ibrahim Woyla dikaruniai 3 orang anak, seorang laki-laki dan 2 perempuan. yang laki-laki bernama Zulkifli dan yang perempuan bernama Salmiah dan Hayatun Nufus. Sementara pada isteri keduanya yang beliau dinaki di Peulantee, Aceh Barat, dua tahun sebelum beliau meninggal tidak dikaruniai anak.

Menurut cerita tatkala isteri pertamanya hamil 6 bulan untuk anak pertama yang dikandung Ummi Rukian, kondisi Abu Ibrahim Woyla saat itu seperti tidak stabil, sehingga beliau mengatakan pada isterinya "Saya mau belah perut kamu untuk melihat anak kita", kata Abu Ibrahim Woyla pada isterinya yang pada saat itu membuat keluarganya tak habis pikir terhadap apa yang diucapkan Abu Ibrahim Woyla pada isterinya itu. Karena perkataan seperti itu dianggap perkataan yang sudah diluar akal sehat, maka keluarga dengan cemas menggatakan kita tidak tahu apa yang dimaksudkan oleh Abu Ibrahim Woyla yang meminta untuk membelah perut isterinya yang sedang mengandung 6 bulan. Meskipun begitu, perkataan yang pernah diucapkan itu tak pernah dilakukannya.

Pada tahun 1954 sebenarnya tahun yang sangat membahagiakan bagi pasangan suami-isteri karena pada tahun itu lahir anak pertama dari pasangan Abu Ibrahim Woyla dan Ummi Rukiah, akan tetapi kehadiran seorang pertama itu bagi Abu Ibrahim Woyla bukanlah sesuatu yang istimewa. Abu Ibrahim Woyla saat itu hanya pulang sebentar menjenguk anaknya yang baru lahir, kemudian beliau pergi kembali mengembara entah kemana. Ketika anak pertamanya yang diberi nama Salmiah sudah besar, menurut cerita Teungku Nasruddin barulah kondisi Abu Ibrahim Woyla kembali normal hidup bersama keluarganya. Dan saat itu Abu Ibrahim Woyla sempat membuka lahan perkebunan di Suwak Trieng untuk menjadi harta yang ditinggalkan untuk keluarganya di kemudian hari.

Pada saat itu kehidupan Abu Ibrahim Woyla bersama keluarganya sudah sangat harmonis hingga lahir anak kedua, Hayatun Nufus dan anaknya yang ketiga Zulkifli. Semua keluarganya sangat bersyukur karena Abu Ibrahim Woyla telah tinggal bersama keluarganya. Namun apa mau dikata, tak lama setelah lahir anaknya yang ketiga Abu Ibrahim Woyla kembali meninggalkan keluarganya dan entah kemana. Sehingga Ummi Rukiah tidak tahan lagi dengan ketidakpedulian Abu Ibrahim Woyla terhadap nafkah keluarganya, isterinya minta untuk pulang ke Blang Pidie daerah asalnya.

Alasan isterinya untuk pulang ke Blang Pidie memang tepat, karena menurutnya Abu Ibrahim Woyla tidak lagi peduli kepada keluarga, beliau hanya asyik berzikit sendiri dan pergi kemana beliau suka. akan tetapi, keinginan Ummii Rukian untuk kembali ke Blang Pidie tidak terwujud karena Allah mempersatukan Abu Ibrahim Woyla dan isterinya sampai akhir hayatnya.

Bila kita dengar kisah dan cerita tentang Abu Ibrahim Woyla semasa hidupnya tak ubah seperti kita membaca kisah para sufi dan ahli tashawwuf. Banyak sekali tindakan yang dikerjakan Abu Ibrahim Woyla semasa hidupnya yang terkadang tidak dapat diterima secara rasional, karena kejadian yang diperankannya termasuk di luar jangkauan akal pikiran manusia. Untuk mengenal prilaku Abu Ibrahim Woyla haruslah menggunakan pikiran alam lain sehingga menemukan jawaban apa yang dilakukan Abu Ibrahim Woyla itu benar adanya.

Itulah keajaiban-keajaiban yang melekat pada sosook Abu Ibrahim Woyla, yang oleh sebagian ulama di Aceh menilai bahwa Abu Ibrahim Woyla adalah seorang ulama yang sudah mencapai tingkat Waliyullah (Wali Allah). hal itu diakui Teungku Nasruddin, memang banyak sekali laporan masyarakat yang diterima keluarga menceritakan seputar keajaiban kehidupan Abu Ibrahim Woyla. Hal ini terbukti semasa hidupnya Abu Ibrahim Woyla selalu mendatangi tempat-tempat dimana umat selalu dalam kesusahan, kegelisahan dan musibah beliau selalu ada di tengah-tengah masyarakat itu. Namun orang sulit memahami maksud dan tujuan Abu Ibrahim Woyla untuk apa beliau mendatangi tempat-tempat seperti itu, karena kedatangannya tidak membawa pesan atau amanah apapun bagi masyarakat yang didatanginya. Abu Ibrahim Woyla hanya datang berdoa di tempat-tempat yang ia datangi, tutur Teungku Nasruddin.

Dalam hal ini Ustadz (Teungku disingkat Tgk) Muhammad Kurdi Syam ( seorang warga Kayee Unoe, Calang yang sangat mengenal Abu Ibrahim Woyla menceritakan bahwa Abu Ibrahim Woyla kebetulan sedang berjalan kaki, beliau terkadang masuk ke sebuah rumah tertentu milik masyarakat yang dilawatinya, ia mengelilingi rumah tersebut sampai beberapa kali kemudian berhenti pas di halaman rumah itu dan menghadapkan dirinya ke arah rumah tersebut dengan berzikir LA ILAHA ILLALLAH yang tak berhenti keluar dari mulutnya, setelah itu Abu Ibrahim Woyla pergi meninggalkan rumah itu. TIdak ada yang tahu makna yang terkandung di balik semua itu, apakah agar penghuni rumah itu terhindar dari bahaya yang akan menimpa mereka atau mendoakan penghuni rumah itu agar dirahmati Allah ? Wallahu A'lam.

Menurut Tgk Nasruddin , dilihat dari kehidupannya, Abu Ibrahim Woyla sepertinya tidak lagi membutuhkan hal-hal yang bersifat duniawi, ia mencontohkan, kalau misalnya Abu Ibrahim Woyla memiliki uang, uang tersebut bisa habis dalam sekejap mata dibagikan kepada orang yang membutuhkan dan biasanya Abu Ibrahim Woyla membagikan uang itu kepada anak-anak dalam jumlah yang tidak diperhitungkan (sama seperti amalan Rasulullah). Begitulah kehidupan Abu Ibrahim Woyla dalam kehidupan sehari-hari.

Keajaiban lain yang membuat masyarakat tak habis pikir dan bertanya-tanya adalah soal kecepatan beliau melakukan perjalanan kaki yang ternyata lebih cepat dari kendaraan bermesin. Memang kebiasaan Abu Ibrahim Woyla kalau pergi kemana-mana selalu berjalan kaki tanpa menggunakan sendal. Bagi orang yang belum mengenalnya bisa beranggapan bahwa Abu Ibrahim Woyla sosok yang tidak normal. Karena disamping penampilannya yang tidak rapi, mulutnya terus komat kamit mengucapkan zikir sambil jalan. Tgk Muhammad Kurdi Syam menceritakan suatu ketika Abu Ibrahim Woyla sedang jalan kaki di Teunom menuju Meulaboh (perjalanan yang memakan waktu 1 atau 2 jam dengan kendaraan bermotor), yang anehnya Abu Ibrahim Woyla ternyata duluan sampai di Meulaboh, padahal yang punya mobil tadi tahu bahwa tidak ada kendaraan lain yang mendahului mobilnya, kejadian ini bukan sekali dua kali terjadi, malah bagi masyarakat di pantai barat yang sudah mengganggap itulah kelebihan sosok ulama keramat Abu Ibrahim Woyla yang luar biasa tidak sanggup dinalar oleh pikiran orang biasa.
karena tak heran kalau Abu Ibrahim Woyla berada seperti di pasar, misalnya semua pedagang di pasar itu berharap agar Abu Ibrahim Woyla dapat singgah di toko mereka, karena mereka ingin mendapatkan berkah Allah melalui perantaran Abu Ibrahim Woyla. Namun tidak segampang itu karena Abu Ibrahim Woyla punya pilihan sendiri untuk mampir di suatu tempat. Seperti yang diceritakan Tgk Muhammad Kurdi Syam, suatu waktu Abu Ibrahim Woyla sedang berada di Lamno Aceh Jaya lalu bertemu dengan seseorang yang bernama Samsul Bahri yang sedang bekerja di Abah Awe, saat itu kebetulan Abu Ibrahim Woyla membawa dua potong lemang. Ketika mampir di situ Abu Ibrahim Woyla meminta sedikit air, setelah air itu diberikan Samsul lalu Abu Ibrahim Woyla memberikan dua potong lemang tersebut kepada Samsul tapi Samsul menolaknya karena menurut Samsul bahwa lemang tersebut adalah sedekah orang yang diberikan kepada Abu Ibrahim Woyla. karena tidak mau diterima Samsul, lemang itu dibuang Abu Ibrahim Woyla yang tak jauh dari tempat duduknya, spontan saja Samsul tercengang dengan tindakan Abu yang membuang lemang begitu saja, karena merasa bersalah lalu Samsul ingin mengambil lemang yang sudah dibuang tersebut, namun sayang, ketika mau diambil lemang itu hilang secara tiba-tiba.

Dalam kejadian lain, Tgk Nasruddin menceritakan suatu ketika (sebelum Tgk Nasruddin menjadi menantu Abu Ibrahim Woyla), tiba-tiba shubuh pagi Abu Ibrahim Woyla datang ke almamaternya ke Pesantren Syeikh Mahmud, kaki Abu Ibrahim Woyla kelihatan sedikit pincang sebelah kalau beliau berjalan. Kedatangan Abu Ibrahim Woyla disambut Tgk Nasruddin dan teman-teman sepengajian lainnya. Lalu Abu meminta sedikit nasi untuk sarapan pagi, "nasinya ada, tapi tidak ada lauk pauk apa-apa Abu" kata Tgk Nasruddin, "Nggak apa-apa, saya makan pakai telur saja, coba lihat dulu di dapur mungkin masih ada satu telur tersisi" jawab Abu Ibrahim Woyla, lalu Tgk Nasruddin menuju ke dapur, ternyata di tempat yang biasa ia simpan telur terdapat satu butir telur, padahal seingatnya tidak ada sisa telur lagi karena sudah habis dimakan.

Lantas sambil menyuguhkan Nasi kepada Abu Ibrahim Woyla, Tgk Nasruddin bertanya, "Kenapa dengan kaki Abu ?" Abu menjawab "saya baru pulang dari bukit Qaf (Mekkah), disana banyak sekali tokonya tapi tidak ada penjualnya. Namun kalau kita ingin membeli sesuatu kita harus membayar di mesin, kalau tidak kita bayar kita akan ditangkap polisi", Abu meneruskan "setelah saya belanja di toko-toko itu lalu saya naik kereta api dan sangat cepat larinya, karena saya takut duduk dalam kereta api itu , maka saya lompat dan terjatuh hingga membuat kaki saya sedikit terkilir, makanya saya agak pincang, tapi sebentar lagi juga sembuh"
Kejadian serupa juga dialami oleh keluarga dekat Abu Ibrahim Woyla sendiri, suatu hari Abu mengunjungi salah seorang saudaranya untuk meminta sedikit nasi dengan lauk sambel udang belimbing, lalu tuan rumah itu mengatakan pada isterinya untuk menyiapkan nasi dengan sambel udang belimbing untuk Abu Ibrahim Woyla, tapi isterinya memberi tahu bahwa pohon belimbingnya tidak lagi berbuah, "baru kemarin sore saya lihat pohon belimbingnya lagi tidak ada buahnya" kata sang isteri pada suuaminya. Tapi suaminya terus mendesak isterinya "coba kamu lihat dulu, kadang ada barang dua tiga buah sudah cukup untuk makan Abu" katanya.lalu isterinya pergi ke pohon belakang rumah, ternyata belimbing itu memang didapatkan tak lebih dari tiga buah di pohon yang kemarin sore dilihatnya.

Demikian pula ketika hendak melangsungkan pernikahan anak pertama Abu Ibrahim Woyla, yaitu Salmiah, msyarakat di kampung melihat sepertinya Abu Ibrahim Woyla tidak pedulu terhadap acara pernikahan anaknya. padahal acara pernikahan itu akan berlangsung beberapa hari lagi, tapi Abu Ibrahim Woyla tidak menyiapkan apa-apa untuk menghadapi acara pernikahan anaknya itu, bahkan uang pun tidak beliau kasih pada keluarga untuk kebutuhan acara tersebut. Namun ajaibnya pada hari "H" (hari pernikahan berlangsung) ternyata acara pernikahan anaknya berlangsung lebih besar dari pesta-pesta pernikahan orang lain yang jauh-jauh hari telah mempersiapkan segala sesuatunya.

Begitulah sebagian dari perjalanan riwayat hidup seorang ulama dan aulia Abu Ibrahim Woyla yang sulit dicari penggantinya di Aceh sekarang ini. Beliau berpulang ke Rahmatullah pada hari sabtu pukul 16.00 WIB tanggal 18 Juli 2009 di rumah anaknya di Pasi Aceh Kecamatan Woyla Induk, Kabupaten Aceh Barat dalam usia 90 tahun. Peneliti LKAS Banda Aceh pernah berziarah ke makan beliau pada bulan April 2010, melihat makan yang dijaga oleh anak tertuanya, banyak sekali diziarahi oleh masyarakat. Namun pihak keluarga sangat hati-hati dan berpesan pada penziarah agar makan Abu Ibrahim Woyla tidak dijadikan tempat pemujaan (yang membawaki kepada syirik). (Ensiklopedi Ulama Besar Aceh by : Tengku Sultan M.Nur

Jumat, 08 Agustus 2014

Assalamualaikum

Selamat Datang Di Radio Komunitas Dakwah Meuligou FM